Bedah buku dan Temu Alumni Binaan Yayasan Binterbusih
- account_circle admin
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 72
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jayapura detakpapua.com – Temu Alumni Binaan Yayasan Binterbusih kembali akan dilaksanakan di Tanah Papua, tepatnya di Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah.
Temu alumni kali ini mengusung tema “Persaudaraan sejati Menembus Batas Gunung-Gunung, Lembah-Lembah dan Pesisir Pantai Menuju Papua Adil, Damai, Sejahtera, dengan Sub Tema Membangun Generasi Papua yang satu dalam jiwa, Semangat dan Gerakan Perubahan dalam kasih untuk Membangun Negeri.
Jelang pelaksanaan temu alumni Binaan Yayasan Binterbusih ke-lima kalinya detkpapua.com mencoba mewawancarai Ketua Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih (Binterbusih), melalui Telpon seluler. Dalam Wawancaranya bersama media ini Ketua Yayasan Binterbushi, Pascalis Abner, SE menyampaikan ini temu alumni Binaan Yayasan Binterbusih yang ke 5 (Lima) kalinya.
Pascalis Abner menyampaikan, Kali Pertama temu alumni Binaan Yayasan Binterbusih dilaksanakan di Jayapura kedua dan ketiga di sorong, ke empat di Merauke tetapi pelaksanaannya di Semarang Jawa Tengah dan yang ke lima kalinya akan dilaksanakan di Kabupaten Mimika Tanggal 4-5 September 2026 nanti.
Ketua Yayasan Binterbusih, juga menyampaikan sesuai hasil temu alumni tahun lalu di Semarang itulah maka dirumuskan lah beberapa hal termasuk salah satunya temu alumni ke lima, dengan dua agenda utama yaitu; Launching dan bedah buku, dan berikutnya ibadah syukur perayaan 50 tahun pengabdian Bapak Paul Sudiyo melalui yayasan Binterbushi yang akan di pimpin langsung oleh uskup-keuskupan Timika ungkapnya.
DetakPapua juga coba menggali latar belakang bagaimana sampai temu alumni ini bisa terlaksana hingga ke lima kalinya. Menurut ketua yayasan Binterbusih gagasan awal itu lahir dari eks-mahasiswa yang dulunya kuliah di Jawa dan Bali, yang pernah mendapat pendampingan oleh yayasan Binterbusih. Setelah mereka ini (Mahasiswa) kembali dan mulai mengabdikan ke daerahnya, bekerja pada berbagai sektor, muncul kemudian adalah ide dan gagasan sejauh mana peran alumni dalam memberi kontribusi bagi masyarakat di wilayahnya masing-masing, apakah dampak yang dapat diberikan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, ini juga perwujudan dari nilai-nilai yang sudah diletakkan sebagai dasar dalam setiap individu setelah mendapat pendampingan oleh yayasan Binterbushi selama masa pendidikan. Sebut saja salah satu contoh pembinaan oleh yayasan Binterbusih adalah Latihan kepemimpinan Tingkat Dasar dan Latihan Kepemimpinan tingkat lanjut. Pelatihan ini melahirkan banyak pemimpin yang punya karakter baik.
Selanjutnya Pascalis Abner menambahkan, dalam kegiatan temu alumni kedepannya diharapkan peran para alumni untuk lebih berpikir kritis dan inovatif terutama dalam memberi dampak bagi generasi berikutnya. Karena generasi saat ini seharusnya berperan meletakkan dasar bagi generasi yang akan datang yang kita sebut dengan generasi Papua Emas. Mengakhiri wawancara kami terkait konfirmasi kehadiran, Pascalis Abner menyampaikan,
beberapa pejabat sudah mengkonfirmasi untuk hadir dalam temu Alumni Binaan Yayasan Binterbusih diantaranya Bupati Deyai, Bupati Merauke, beberapa anggota DPR dan ketua MRP Papua Selatan.
- Penulis: admin





Saat ini belum ada komentar